Bismillahirrahmaanirrahiim.
Allahummashalli'alaa Muhammad.
Langkah-lankah mengendalikan anak super aktif merupakan suatu perkara yang sangat dirindukan oleh orang tua terutama seorang ibu.
karena kerap kali seorang anak berbuat jengkel dan membosankan bagi orang tua, sehingga orang tua mengatakan anak-anaknya nakal,
ini pemahaman yang salah,
kenapa,,,,,,?
karena pada dasarnya anak-anak itu tidak nakal melainkan aktif dan sangat aktif.
Super aktif ini biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia 2 - 3 Tahun.
1. Sabar
Ini adalah langkah yang paling super dalam mengendalikan anak yang super aktif.
dengan kesabaran semua masalah bisa teratasi.
inilah sifat seorang ibu kepada anak-anaknya,
sehingga "suyrga itu dibawah telapak kaki ibu".
2. Berpikir Positif
Jika anda mempuyai anak yang sangat aktif, jangan berpikir bahwa anak itu nakal, suka mengganggu teman, suka bergerak berlebihan dan lebih lasak.
Anak yang aktif hanya akan bergerak sendiri sesuai dengan kehendak dalam hatinya.
Dia akan memilih yang ia sukai dan yang akan dia lakukan. Dia akan memilih mana yang membuatnya dia merasa senang.
Jika anda memiliki anak seperti ini, jadikan anak tersebut sebagai aset yang bernilai positif.
Baca juga: Azab Wanita Menyakiti Hati Suaminya
3. Jangan Memarahi Anak
Orang tua yang bijak pada anak – anak super aktif adalah
dengan membiarkan mereka melakukan apa yang mereka sukai atau yang mereka inginkan
asal tindakannya tidak membahayakan dan tidak merugikan orang lain.
Anda sebagai orang tua harus berfungsi sebagai kontrol terhadap akitivitasnya
dengan menerapkan cara mendidik anak yang suka melawan.
Jika tindakannya mulai mengganggu orang lain,
maka harus diingatkan agar tidak melakukan hal – hal tersebut.
4. Berikan Anak Pengertian
Jika anak anda melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ke inginan anda selaku orang tua,
maka, jelaskan dengan nada suara yang lembut dan suasana yang hangat,
sembari mengecup pipinya, mengelus kepalanya, menggenggam tangannya atau memegang pundaknya,
sehingga anak tidak merasa sedang dimarahi dan justru merasa diperhatikan dan disayangi oleh anda.
Selain itu tidak perlu mengubah anak, setiap anak itu unik dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Anda perlu MENGHARGAI kondisi anak, bantu anak untuk menyalurkan energinya.
Yang perlu anda lakukan adalah mengawasi dan memastikan keamanan si Kecil.
5. Memuji Anak
Anda sebagai orang tua sebaiknya memperlakukan anak yang sangat aktif, sama seperti anak pada umumnya.
Anda juga harus memuji prestasi mereka dan hal-hal baik yang telah dilakukan anak tersebut.
Hal ini akan membuat anak termotivasi untuk melakukan hal – hal yang positif.
6. Perlakukan Mereka Sebagai Anak Pintar
Anak-anak yang super atau hiper aktif pada umumnya adalah anak – anak yang pintar dalam menjalakan proses pembelajaran nantinya.
Anda harus memahami jika anak – anak ini umumnya malas untuk mendengarkan sesuatu yang telah dia tau.
Dia akan cenderung untuk bermain dengan temannya.
Anak juga akan lebih memilih jalan – jalan dibanding dengan mendengarkan nasehat dari anda atau gurunya.
Baca juga: Bendungan Padelan - Banjar Getas Desa Bagik Papan Menyimpan Sejuta Pesona
7. Ajarkan Disiplin
Anak perlu diajarkan disiplin sejak dini, sehingga ia memahami aturan yang anda buat sebagai orang tuanya.
Terlebih jika sang buah hati termasuk anak super aktif.
Jadi,,,,,,,,,,
keseharian anak akan lebih teratur dan anda bisa memberikan pendampingan yang tepat.
Bahkan, penerapan disiplin sejak dini bisa membantu Si Kecil menjadi pribadi yang lebih positif saat remaja dan dewasa nantinya, lo!
8. Ajarkan Agama
Anak perlu diajarkan tentang agama sejak dini, sehingga ia memahami dan mengenal ajaran agamanya sendiri terutama kita yang ber agama Islam.
Terlebih jika sang buah hati termasuk anak super aktif.
setiap kali anda memeberikan peringatan, disana selalu ada kalimat Allah dan Rasulnya, "bahwa ini adalah larangan atau perintah".
Keseharian anak akan lebih teringat kepada apa yang anda ucapkan.
Bahkan, tentang ajaran agama sejak dini bisa membantu Si Kecil menjadi pribadi yang lebih positif beriman dan bertaqwa saat remaja dan dewasa nanti.
9. Hindari Memaksa Anak
Kondisi ini tak jarang membuat anda atau seorang ibu menjadi kesal lantas memarahi sang buah hati.
Padahal, sebaiknya tidak demikian.
Perlu diingat, anak akan senang melakukan semua hal yang menurutnya menyenangkan meski anda tidak melihatnya demikian.
Bahkan, hal yang menyenangkan bagi anak bisa dianggap berbahaya bagi anda.
Meski begitu, hindari memaksa anak untuk selalu mengikuti keinginan anda apabila ia tidak melakukan hal yang berbahaya.
Cukup berikan pendampingan sehingga anak tetap aman.
10. Biarkan Saja
Tidak apa-apa membiarkan anak bermain-main sendiri, asal anda tetap mengawasinya agar ia tidak menyentuh barang-barang berbahaya.
seperti,,,,,,,,,,,,,,,, pisau, stop kontak, dan lain-lain.
biarkan mereka menyerak mainannya sendiri untuk memancing munculnya inspirasi dan imajinasi pada anak.
11. Hindari kebiasaan memerintah
Hindari kebiasaan memerintah pada anak-anak super aktif, jika anda ingin menyuruh sesuatu maka usahakan dengan bahasa tubuh dan mengajaknya bergerak.
Karena anak-anak hiper aktif biasanya tidak suka mendengarkan perintah dan nasehat.
ia akan bergerak sesuka hatinya.
Jangan sedih jika anak Anda cuek dengan apa yang anda katakan,
Karena,,,,, memang karakternya yang tidak suka dengan kata-kata,
tapi,,,,,, lebih suka kepada yang sifatnya bergerak langsung dan memberikan contoh.
12. Lebih Terbuka pada Si Kecil
Hindari memberikan garis batas antara anda dengan anak.
Dengarkan dan tanggapi keluhannya atau apa yang ia rasakan.
Anda sebagai orangtua, ayah dan ibunya tidak hanya menerima emosi positif anak,
tetapi juga mampu menunjukkan empati terhadap emosi negatif yang ditunjukkannya.
13. Membantu Anak Menyalurkan Emosinya
Si Kecil yang super aktif akan selalu penuh semangat dan energik saat melakukan suatu hal.
Jika anda mendapati Si Kecil juga demikian.
cara terbaik yang bisa dilakukan adalah membantu menyalurkan emosinya dengan aktivitas yang positif.
Sebab, anak yang penuh semangat dan energik
akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik jika mendapat arahan dari anda sebagai orangtuanya.
14. Biarkan Si Kecil Bantu Bersih-bersih
Jangan melarang Si Kecil membantu pekerjaan rumah tangga karena takut tangannya kotor.
Justru dengan membiarkan ia ikut-ikutan membantu anda menyapu lantai, mengelap meja,
atau,,,,,,,,, memunguti kertas-kertas yang jatuh, dapat membuat energi aktifnya tersalurkan.
Tapi jangan alihkan pandangan darinya ya ?.
anda tetap mengawasinya walaupun anda sedang bekerja,
kenapa,,,,,,,,,,
untuk mencegah Si Kecil memasukkan tangannya yang kotor ke mulut.
Lalu setelah Si Kecil selesai melakukan pekerjaannya, bantulah ia mencuci tangan.
Berikan anak rutinitas harian yang fleksibel tapi juga perlu konsisten.
Fleksibel artinya jangan terlalu mengekang anak anda dengan jadwal yang terlalu kaku.
Adapun konsisten yaitu jadwal aktivitas usahakan rapih dalam setiap harinya.
Rutinitas yang rapih bermanfaat untuk mengajarkan keteraturan kepada anak, serta membantu anak merasa lebih nyaman dalam menjalani rutinitas harinya.
Hal ini juga bermanfaat untuk proses tumbuh kembangnya.
Sejak kecil kenalkan anak anda dengan jadwal aktivitas yang rapih,
misalnya,,,,,,,,,
waktu mandi yang sama dalam setiap harinya,
demikian juga waktu makan, waktu bermain, waktu tidur dll.
16. Hindari Suasana Rumah yang Terlalu Bising
Terlalu banyak kebisingan di rumah dapat memicu anak anda menjadi terlalu aktif dan sulit tenang.
Kenyamanan lingkungan sangat penting diperhatikan,
karena,,,,,,,,, sangat mempengaruhi mood dan perilaku anak anda.
Termasuk ya,,,,,,,?
hindari adanya konflik di keluarga anda
seperti perdebatan dan semacamnya.
17. Cari Tahu Aktivitas yang Menguras Energi Anak
Anak super aktif karena energinya yang sangat banyak atau berlebih.
Jika anak anda tidak mendapatkan aktivitas untuk menyalurkan energi ‘berlimpahnya’
maka jangan heran,
anak bakal suka kesana-kemari di dalam rumah,
yang terkadang mengganggu dan membuat anda pusing.
Contoh Beberapa kegiatan untuk menyalurkan energi anak yaitu:
2. Ajak anak anda membantu pekerjaan rumah seperti bersih-bersih dll.
3. Ajak anak anda berolahraga
5. Ajak anak anda melakukan permainan yang menarik
18. Cari Tahu Mainan yang Disukai Anak
Ketahui hal-hal apa saja (termasuk mainan kesukaan anak),
dengan mengetahuinya akan sangat mempermudah anda dalam mengontrol anak.
sehingga membuatnya duduk diam memainkannya,
agar terasa lebih seru, jika anda sebagai orangtua hendaknya ikut aktif bermain bersamanya.
19. Jangan Sampai Anak Terlalu Banyak Konsumsi Asupan Manis
Anak-anak tentu sangat suka dengan makanan dan minuman manis,
Anda pun sering menemukan anak suka merengek minta dibelikan es krim dan semacamnya.
Hanya saja,,,,,,,
konsumsi asupan manis berlebihan dapat membahayakan anak.
Walaupun gula merupakan salah satu sumber energi,
tapi asupan seperti es krim dll. termasuk rendah nutrisi dan tinggi kalori saja.
20. Jaga Kualitas Tidur Anak
Kualitas tidur yang buruk bisa membuat anak rentan gelisah seharian.
Usahakan waktu tidur anak teratur, serta jangan sampai anak tidur larut malam.
Selain itu biasakan anak tidur dalam keadaan gelap (mematikan lampu) untuk mendapatkan kualitas tidur optimal.
Usahakan anak tidur di jam yang sama pada setiap malamnya, dan tidak lebih dari jam 9 malam.
Setengah jam sebelum waktu tidur,
ajak anak melakukan beberapa ritual tidur seperti;
mencuci muka, menggosok gigi, Berwudu' berganti pakaian tidur dll.
Jauhkan anak dari paparan cahaya gadget dan TV menjelang waktu tidur.
21. Batasi Waktu Anak Main Gadget, Nonton TV dan Sebagainya
Gadget walaupun bermanfaat, ternyata gadget bisa menjadi sangat berbahaya bagi anak,
karena dapat berpengaruh buruk terhadap proses tumbuh-kembang, karakter, prilaku dan mental anak.
Menatap layar gadget terlalu lama sangatlah buruk, karena mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Penggunaan gadget secara berlebihan dapat menyebabkan anak menjadi agresif, mengalami gangguan prilaku, perasaannya tidak stabil, mudah marah, hingga menjadi sangat cuek terhadap nasehat atau arahan dari anda sebagai orangtuanya.
22. Komunikasikan dengan Guru
Cara menghadapi anak super aktif adalah;
dengan komunikasi dengan guru di sekolah.
Jika anak sudah mulai bersekolah,
anda harus memastikan untuk mengkomunikasikan dengan guru pengajar mengenai kondisi yang ada pada anak.
Hal ini dilakukan agar anak memiliki perlakuan yang khusus untuk anak – anak dengan jenis super aktif.
Anda juga dapat meminta kepada guru yang memiliki sikap yang lebih sabar,
agar disediakannya sebagai guru pendamping khusus sebagai tips menghadapi anak super aktif,
sehingga, untuk lebih memudahkan proses pembelajaran yang terjadi pada anak.
Nah,,,,,, inilah 22 langkah dalam mengendalikan anak super aktif.
"Komentar anda kami tunggu"
jika bermanfaat,,,,
silahkan share ke teman-teman anda
melauli laman 👇
0 Comments